Tampilkan postingan dengan label wahabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wahabi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012
Kritik Santri Indonesia terhadap Albani
Oleh 'aLa Kulli Haal
Apakah Albani bisa dikatakan ahli hadist ? Trnyata tidak!
Setelah SAYA SENDIRI meneliti dan ternyata banyak hadist hasan yg di dhoifkan Albani.
Penelitian saya ini tidak copas dari link manapun, tapi hasil dari ilmu yg dberikan Allah kepada saya. Dan saya tidak pernah skolah jauh-jauh ke Mesir, Yaman, Mekkah dan Madinah, apalagi lulusan universitas hadist di Madinah, tapi saya hanyalah lulusan sekolah Darussalam di Martapura Banjarmasin, Karena itu saya anak pesantren Darussalam mau mengkritik Albani.
Saalah satu yang saya kritik adalah Hadist ini dalam sunan nasa-i nomor 24,
أخبرنا عبيد الله بن سعيد قال أنبأنا معاذ بن هشام قال حدثني أبي عن قتادة عن عبد الله بن سرجس أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يبولن أحدكم في جحر قالو لقتادة : وما يكره من البول في الجحر قال : يقال إنها مساكن الجن
حكم الألباني ضعيف
Lokasi:
Banjarmasin, Indonesia
Rabu, 28 Maret 2012
Kesalahpahaman Bahasa Kritikan kepada Aswaja

BERDISKUSI DR KE TDK SERAGAM PEMIKIRAN WALHASIL?
Saudara/i kita Wahabi berjubah salaf itu pemahaman bahasa indonesianya dangkal atau Justru saking Tinggi Faham Lughowi arobynya atau memang sengaja memanipulasi makna atau keracunan textual letterledge yg ditelan mentah2!?
Di bawah ini kata kata yg sering menjadi bias makna hingga memicu ketidakseragaman kerangka berfikir hingga berputar-putar seperti anak PAUD main iris2 ketimun:
@Peringatan dgn Perayaan
@Mencintai dgn Mengagungkan
@Menghormati dgn Menyembah
@Mengkhususkan dgn Membiasakan
@Perangkat dgn Formula
@Menghantar dgn Mencipta
@Perkara baru dgn Acara baru
@Mencipta dgn Mengembangkan
@Cari berkah dgn meminta berkah
@Membawa manfaat dan Menghasilkan manfaat
@Keduniawian dgn Keagamaan
@Istilah Bid’ah dgn Makna Bid’ah
@Salaf dgn salfushalih
@Istilah Sunah dgn makna Sunah,makna hadist dgn makna fiqh
@DLL
Aswaja kalau terpojok:” Mana dalil khusus larangannya?” kikik..
Wahabi kalau terpojok: “Apakah Rasululloh dan Para Sahabat melakukannya?” waduh!!!prikitiws....
Mana yg lebih sakti dari alasan keduanya? Xixiix.. tinggal mana tinggi antara faham Qur’an atau Hadist…
Buat saya sih yg awam ini gampang aja….Timbangan lah yg bicara kepada:
Anak2 yg belum berkesanggupan menggali banyak agama ini dan org2 tua kita dulu yg tak berkesempatan mendalami memahami krn keterbatasan keadaan dlm kehidupanya. Toh merekapun sebagai muslim semuanya berhak meraih syurga.
Membaca Alifpun mungkin belum Lurus apa mungkin seutuh sesempurnanya mrk mampu menjalani agama ini!? Dalam serba keterbatasan itu layakah dipaksakan apalagi hanya mengkaji langsung keAquran dan Hadist.Akankah bicara keadilanMU Ya RAbb….
Hikshikshiks….Ya Alloh….berat nian… beban ini….Allohhumagfir …Bila RasulMU dlm kasih sayang kpd umatnya melalui syafaatnya perkenankan kasih Ulama kami dgn method dan caranya.Sebab hanya sebait do’a dan melalui do'a secercah permohonan penyampaian dr barbagi segenggam amaliah kami atas keterbatasan sdr/I km, Ya Robbalalamin....hanya itu yg bisa kami upayakan meringankan bebannya para penghulu kami, or2 tua kami,anak2 kami…semoga cara aswaja tanah air kami Engkau Ridhoi ya Alloh ya Alimu Ya Samiu YaRohmanu YaRahimm,istajib du’a ana ya Alloh…hikshikshiks….
Aamiin Yamumujibassailin….
I lv ASWAJA…jum'atan dulu gih.......
Langganan:
Postingan (Atom)
