Laman

Jumat, 27 April 2012

Terlalu Fatanatik dengan Satu Guru itu tidak Baik

Oleh: 'aLa Kulli Haal

Terlalu fanatik dengan saatu guru itu tidak baik, hanya saja dikecualikan bila guru itu BENAR BENAR ahli alquran, ahli hadist, ahli fiqh, ahli tauhid, ahli usul, ahli nahwu, shoraf, balagah, ahli tarikh,  ahli tasawuf, ahli ibadah dan istiqamah, ahli sanad dan musalsal (bersambung) dan juga  ahli hikmah.

Kalau di kota kami (Martapura, Banjarmasin)  yg pantas di fanatiki dan ditaklidi adalah guru sekumpul, karena beliau mengumpul semua keahlian itu.

Adapun masalah pengganti beliau setelah beliau wafat, setahu  asaya sekarang sudah tidak ada lagi yang ahli semua ilmu di atas.

Berkata imam Muhammad bin Ismail bin Abbas Al Warraq, beliau adalah seorang imam besar di Bagdad , muhaddist Baghdad, di kenal saebagai wali besar di di sana  pada masanya. Beliau lahir tahun 293 hijri, dan wafat pada bulan Rabi'ul Akhir tahun 378 hijri.

Adapun maqulul qauli beliau sebagai berikut:

من اكتفى بالكلام من العلم دون الزهد والفقه تزندق

Siapa saja yang merasa cukup dengan ilmu tauhid, dan tidak mau belajar dan mendalami lagi ilmu tasawuf dan fiqh, maka dia itu zindiq.

Aku baca dalam kamus-kamus  Arab arti zindiq itu macam-macam ulama mengartikannya. Karena  dalam perkataan (Kalam) arab tidak ada kata zindiq ini,
Ada yang memaknakan bakhil,
Ada yang memaknakan munafiq,
Ada yang memaknakan orangyg menantang hukum Allah
Ada yang memaknakan tidak beriman dengan hari akhir

ومن اكتفى بالزهد دون الفقه والكلام ابتدع

Barangsiapa yang merasa cukup dengan ilmu tasawuf, tapi tidak mau mendalami dan mempelajari fiqh dan tauhid,maka dia itu ahli bid'ah

ومن اكتفى بالفقه دون الزهد والورع تفسق

Barangsiapa merasa cukup dgn ilmu fiqh-nya, tetapi tidak mau mendalami dan belajar tasawuf dan tauhid, maka dia fasiq.

ومن تفنن في الأمور كلها تخلص

Barangsia mempelajari dan mendalami semua ilmu di atas,dan benar-benar ahli, maka ia akan selamat

Hati-hati  dengan Penyebutan Wali kepada  Seseorang,
Siapakah yang pantas disebut wali ?

Imam muhammad bin Idris As Syafi'i lahir tahun 150 h, wafat tahun 204 hijri, seorang imam besar mujtahid mutlaq pegangan orang di seluruh dunia berkata :

ما اتخذ الله وليا جاهلا
Tidak ada Allah menjadikan wali nya itu jahil

إن لم يكن العلماء أولياء فليس لله من ولي

Jikalau keadaan para alim ulama yang mengamalkan ilmunya itu bukan wali, maka tidak ada wali Allah.

قال الزمخشري في الكشاف : الولي من تولى الله بالطاعة فتولاه الله بالكرامة
Imam Mahmud bin umar zamakhsari, lahir tahun 467 h, wafat tahun 538 h, seorang ahli lugat (bahasa), ahli tafsir, memiliki gelar dan berkhidmat kepada Allah,

Sebelumnya beliau mu'tazillah, tapi setelah kalah debat dengan imam Ghozali , beliau tobat dan meninggalkan Mu'tazillah-nya, dalam tafsir Al Kasysyaf beliau mengatakan :

"Wali itu adalah orang yang bertanggung jawab kepada Allah dengan melaksanakan tho'at, dan Allah berikan dia karamah.

وقال السعد التفتازاني والجلال المحلي : الولي العارف بالله حسبما يمكن . المواظب على الطاعات المجتنب للمعاصي المعرض عن الانهماك في اللذات والشهوات
Imam Mas'ud bin Umar Sa'duddin Taftazani lahir tahun 712 h,wft thn 793 h, seorang imam ahli lugat, ahli fiqh,ahli mantiq pada zaman nya.

Juga pendapat tentang wali oleh  imam Muhammad bin Ahmad Jalaluddin Almahalli, lahir tahun 791 h,wafat tahun 864 h, beliau adalah seorang ulama besar, imam besar, salah satu pengarang tafsir terkenal yaitu Tafsir Jalalain sebelum disempurnakan oleh imam Sayuthi murid beliau, 2 imam ini mengatakan,

Wali itu adalah orang yang arif billah, atau mengingat Allah kapnpun di manapun, istiqamah dalam beribadah, menjauhi maksiat dan menghindari berlebihan pada kelezatan dan syahwat.

Imam Ibrahim bin Umar Albiqa'i lahir tahun 809 h,wafat thn 885 h, seorang ahli tarikh, tafsir pada masanya mengatakan :

الولي هو العالم والعالم هو العامل بعلمه

Wali itu orang alim, dan orang alim itu orangyg mengamalkan ilmunya.

'aLa Kulli Haal, adalah santri Aswaja dari PP. Daarussalam, Martapura, Banjarmasin, Kalimantan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar